This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 1#. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia 1#. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

TUGAS 3 BAHASA INDONESIA - PUSKESMAS SUNTER AGUNG II TINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN

1. Data Publikasi
a. Judul : PUSKESMAS SUNTER AGUNG II TINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN
b. Penulis : Wandi/ak
c. Penerbit : POS KOTA
d. No. Tanggal : Sabtu, 19 November 2011
e. No. Halaman : Halaman 4, Jakarta Raya
f : Tema : PELAYANAN KESEHATAN

2. Sipnosis/Ringkasan :
Puskesmas kepanjangan dari Pusat Kesehatan Masyarakat yang mengalami peningkatan masalah pelayanan kepada masyarakat yang terdapat di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kepala Puskesmas Kelurahan Sunter Agung II oleh dr. Ratna Tjandrawati mengatakan akan menerapkan konsep Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 bukan untuk pencitraan, namun meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan ia juga mengatakan akan bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ade Heri Pancalita merupakan Wakil Manajemen Mutu. Ia juga mengatakan ISO merupakan target Puskesmas Sunter Agung II, karena ia ingin memberikan pelayanan kesehatan yang professional, agar masyarakat untuk tetap mandiri dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu targetnya hingga mencapai Millennium Development Goals (MDGs) 2015.

Menurut warga masyarakat Sunter Agung, ia mengatakan Puskesmas Sunter Agung II mengalami banyak perubahan seperti pelayanan yang baik, ramah, serta urusan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang tidak sulit.

3. Keunggulan :
Setelah kita lihat dan membaca berita masalah “Peningkatan Layanan Kesehatan” ada beberapa yang telah memenuhi syarat yaitu :
Menurut pandangan masyarakat mengenai peningkatan layanan kesehatan yang diadakan oleh Kepala Puskesmas Kelurahan Sunter Agung II dr. Ratna Tjandrawati sangatlah berguna karena diajukan penerapan ISO 9001:2008, pelayanan yang professional, lalu pelayanan yang ramah dan diberlakukannya surat SKTM. Itu sudah membuat masyarakat menjadi bangga akan pelayanan tersebut untuk tetap hidup bersih dan sehat berguna apalagi tagetnya mencapai Millennium Development Goals (MDGs) 2015.

4. Kelemahan :
Setelah kita lihat dan membaca berita masalah “Peningkatan Layanan Kesehatan” masih terdapat kelemahan yang belum terpenuhi yaitu masih banyak warga-warga yang belum mendapat kesehatan secara menyeluruh dan banyak korban-korban yang meninggal karena tidak mendapat surat SKTM atau belum dipantau oleh Pemerintah soal kesehatan ini, karena hanya sedikit Puskesmas yang telah meningkat mengenai pelayanan kesehatannya dan memakai mutu ISO dan pelayan kesehatan yang profesional, apalagi kurangnya sarana dan prasarana seperti obat-obatan serta perlengkapan medis.

Saya berharap Pemerintah lebih meluas dan lebih tegas lagi mengenai layanan kesehatan ini, agar tidak ada lagi korban-korban yang meninggal karena kurang diperhatikan masalah kesehatannya.

Dalam berita tersebut secara umum bahasa yang digunakan masih ada beberapa yang belum menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) , namun tidak disalahkan bila dalam artikel tersebut masih terdapat kata asing dan kata tidak baku, karena semua media massa maupun elektronik masih menggunakan kata yang tidak baku agar mudah dimengerti masyarakat, seperti elit, segan dan minder.

5. Pendapat Terakhir :
Pendapat saya mengenai peningkatan Puskesmas di Kelurahan Sunter Agung II, Tanjung Priok, Jakarta Utara sangatlah berguna bagi seluruh masyarakat, karena dengan adanya penerapan ISO 9001:2008 masyarakat tidak perlu lagi kawatir akan kesehatannya dan petugas di Puskesmas tersebut mempunyai etika ramah terhadap masyarakat yang akan berobat di Puskesmas ini, disamping itu bagi masyarakat yang tidak mampu masih diberlakukannya surat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Saya berharap akan terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan agar masyarakat tetap sehat, bersih dan terhindar dari segala penyakit.

6. Lampiran :
PUSKESMAS SUNTER AGUNG II TINGKATKAN LAYANAN KESEHATAN

Puskesmas Kelurahan Sunter Agung II, Tanjung Priok, Jakarta Utara menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008. Hal ini untuk meningkatkan dan memberi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Kepala Puskesmas Kelurahan Sunter Agung II, dr. Ratna Tjandrawati mengakui penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 bukan untuk pencitraan, namun untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya, kemarin.

Masyarakat diminta tidak segan-segan untuk datang dan mendapat pelayanan di Puskesmas ini. “Meski Puskesmas ini berada di tengah pemukiman elit, warga tak usah segan atau minder untuk datang dan mendapat pelayanan,” jelas Ratna.

PERUBAHAN
Sementara itu, Ade Heri Pancalita, Wakil Manajemen Mutu mengatakan, ISO merupakan target Puskesmas Kelurahan Sunter Agung II. “Komitmen kami untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan yang professional. Melalui paradigma pemberdayaan masyarakat untuk mandiri dalam perilaku hidup bersih dan sehat guna mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) 2015,” katanya.

Arifin, 32, warga Sunter Agung menilai banyak perubahan baik dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas Sunter Agung II. “Kami seperti dimanjakan saat bertobat, petugasnya ramah dan urusan surat-surat seperti SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) tidak ribet,” katanya.

Jumat, 04 November 2011

Tugas 2 Ditemukan, 3 Planet Unik dan Objek Misterius


Nama : Andreas Bistok Parningotan
Kelas   : 3KA26
NPM   : 11109223

Ditemukan, 3 Planet Unik dan Objek Misterius
Ketiga planet tersebut mengorbit sebuah bintang yang tengah sekarat.

Sejumlah temuan menarik diumumkan oleh astronom dari Penn State University, Pennsylvania, Amerika Serikat. Saat penemuan eksoplanet sudah menjadi temuan biasa, astronom ini menemukan tiga buah planet unik dan sebuah objek misterius di ruang angkasa.

Yang unik di seputar tiga planet ini adalah bahwa mereka mengorbit sebuah bintang merah, yang sudah tua dan sekarat. Bintang ini biasanya berada di tahap akhir hidupnya dan umumnya akan menghisap planet-planet yang berada terlalu dekat dengannya.

Ketiga planet itu diberi nama HD 240237, BD +48 738, dan HD 96127. BD +48 738 malah punya objek misterius yang mengitarinya. Objek itu bisa jadi planet lain, sebuah bintang bermassa rendah atau brown dwarf, objek yang massa-nya berada di antara bintang dingin dan sebuah planet raksasa.

“Kami akan terus memantau objek aneh ini dan berharap bisa mengungkap identitasnya dalam beberapa tahun ke depan,” kata Alex Wolszczan, ketua tim peneliti, sebagaimana dikutip Universe Today, 31 Oktober 2011. Wolszczan merupakan astronom pertama yang menemukan eksoplanet, yakni 3 planet kecil yang mengorbit sebuah pulsar, sebuah bintang neutron, tahun 1992.

Matahari kita sendiri diperkirakan akan menjadi bintang sekarat atau bintang merah raksasa dalam 5 miliar tahun ke depan. Meski bukan kabar gembira bagi umat manusia, untungnya itu masih cukup lama. Selain itu, sebelum Bumi, planet-planet dalam seperti Merkurius dan Venus akan terlebih dahulu disantap oleh Matahari yang ukurannya ketika itu membengkak.

Temuan terbaru seputar planet yang mengorbit bintang yang sekarat ini sendiri akan menjadi fokus pembahasan dalam konferensi Planets Around Stellar Remnants yang akan berlangsung di Puerto Rico, Januari mendatang. Konfernsi yang digelar oleh Center for Exoplanets and Habitable Worlds, Penn State itu akan bertepatan dengan 20 tahun sejak Wolszczan pertamakali menemukan eksoplanet.

Penulis : Muhammad Firman



No.
Salah Diksi
Perbaikan
Alasan
1.
temuan
penemuan
Kata “temuan” merupakan kata yang tidak baku, lebih baik kita diganti dengan kata “pertemuan”. Kata ini lebih cocok untuk menyatakan suatu hasil “penemuan”.
2.
diumumkan
diberitahukan
Coba kita lihat diatas kata “diumumkan” pasti kurang nyaman untuk membacanya coba kita ganti dengan kata “diberitahukan” setelah kita ganti maka kita lebih mengerti maksud dari “diberitahukan” itu adalah suatu informasi.
3.
unik
menarik
“Unik” merupakan kata tidak baku karena kita juga sering mengucapkan kata ini sehari-hari seharusnya kata ini diganti menjadi “menarik” agar lebih nyaman kita baca. Apalagi bacaan tersebut sebuah informasi dan tidak dimengerti orang banyak.
4.
seputar
antara
Kata “seputar” sering sekali digunakan dalam berita. Padahal kalau kita tahu seputar itu bahasa yang kurang cocok biasanya untuk mencirikan suatu kalimat lebih sering digunakan kata “antara”.
5.
sekarat
hampir mati
Kata “sekarat” biasanya digunakan untuk bahasa sehari-hari dan tidak baku seperti mahluk hidup. Lebih baik kita gunakan kata “hampir mati” lebih nyaman dibaca dan cocok serta mudah dimengerti orang banyak.
6.
umumnya
biasanya
Coba kita ganti kata “umumnya” menjadi kata “biasanya” lebih nyaman dan cocok.
7.
menghisap
menarik
Kata “menghisap” sebenarnya dalam KBBI tidak ada kata menghisap tetapi “mengisap”. Walaupun begitu kata “mengisap” kurang nyaman dan tidak baku, lebih baik gunakan kata “menarik”.
8.
malah
bahkan
Kata “malah” lebih sering digunakan dalam bahasa sehari-hari dan kata ini tidak baku. Seharusnya kita ganti dengan kata “bahkan” karena lebih dimengerti oleh orang banyak.
9.
punya
mempunyai
Kata “punya” kurang cocok untuk melengkapi kalimat pada paragraf, lebih baik dengan menggunakan imbuhan mem-i menjadi kata “mempunyai”.
10.
misterius
asing
Kata “misterius” jarang digunakan dan apalagi objeknya merupakan suatu benda yang tidak jelas atau tidak diketahui lebih baik gunakan kata “asing”.
11.
mengitari
mengelilingi
Kata “mengitari” kita semua tahu ya kata ini tidak baku dan kurang nyaman dibaca coba kita ganti dengan kata “mengelilingi” pasti lebih cocok.
12.
massa
muatan
Kata “massa” biasanya jarang digunakan karena kata “massa” lebih digunakan untuk mengetahui kandungan suatu bahan kimia atau juga biasa digunakan diberita untuk menyatakan orang/penduduk/masyarakat dan kata ini juga merupakan kata tidak baku. Seharusnya kata “muatan” agar lebih nyaman.
13.
raksasa
besar
Kata “raksasa” kata ini tidak baku dan kurang cocok untuk menyatakan suatu objek. Seharusnya kita ganti dengan kata “besar” kata ini baku dan sering digunakan. Tetapi karena kalimat ini menyatakan suatu planet yang besar sekali cukup kita ganti kata “besar” saja nantinya kalau kita tambah kata sekali menjadi tidak cocok.
14.
memantau
mengamati
Kata “memantau” dari kata dasar pantau dan kata ini tidak baku serta kurang nyaman untuk dibaca. Seharusnya kata”memantau” diganti menjadi kata “mengamati” dari kata dasar amat.
15.
aneh
langka
Kata “aneh” lebih sering digunakan dibahasa sehari-hari agar semua pembaca lebih nyaman membacanya kita ganti dengan kata “langaka” kata ini baku sedangkan kata “aneh” tadi tidak baku.
16.
mengungkap
mengetahui
Kata “mengungkap” berasal dari kata dasar ungkap dan kata ini tidak baku serta kurang cocok, lebih baik kita ganti dengan kata
mengetahui” lebih cocok dan kata ini baku serta sering digunakan.
17.
meski
walaupun
Kata “meski” kurang cocok kalau kita baca misalkan kalau kita tambahkan imbuhan –pun setelah kata “meski” menjadi meskipun bisa juga tetapi kalau menurut saya masih kurang. Kalau gita ganti dengan kata “walaupun” ini lebih cocok karena bagi saya lebih sopan.
18.
disantap
ditarik
Kata “disantap” jarang sekali digunakan karena berita ini mengenai planet bukan makanan, kalau makanan mungkin cocok itu pun dalam bahasa sehari-hari. Misalnya kita ganti dengan kata “ditarik” lebih cocok dan nyaman dibaca kata ini juga baku sedangkan “disantap” tidak baku.
19.
membengkak
membesar
Kata “membengkak” biasanya digunakan dalam bahasa sehari-sehari contoh : lukanya membengkak. Seharusnya kita ganti dengan kata “membesar” kata ini baku sedangkan “membengkak” tidak dan lebih nyaman dibaca.
20.
seputar
sekitar
Kata “seputar” pada paragraf ke-3 tidak sama cara membacanya dengan paragraf ke-2 karena pada paragraf ke-3 lebih cocok menggunakan kata “sekitar” kalau kita gunakan antara jadi berbeda artinya dan kata “seputar” tidak baku sedangkan kata “sekitar” kata ini baku dan lebih cocok.
21.
pembahasan
pembahasannya
Kata “pembahasan” sudah benar tetapi kurang imbuhan –nya diakhir kata “pembahasan” kata ini juga baku.
22.
konferensi
pertemuan
Kata “konferensi” biasanya digunakan untuk bahasa yang umum tetapi belum tentu dimengerti oleh orang banyak, lebih baik kita gunakan kata “pertemuan” kata ini baku dan kata ini lebih cocok untuk dibaca.
23.
konfernsi
pertemuan
Kata “konfernsi” sebenarnya hanya perbaikan kata saja seharusnya konferensi bukan “konfernsi”.
24.
digelar
diselenggarakan
Kata “digelar” jarang digunakan lebih baik menggunakan kata yang sering kita dengar seperti kata “diselengarakan”.
25.
pertamakali
pertama kali
Kurang ditambahkan spasi setelah kata “pertama”. Agar lebih nyaman untuk kita dibaca.

Rabu, 28 September 2011

Bangga Berbahasa Indonesia


Bangga Berbahasa Indonesia

Menurunnya kebanggaan menggunakan Bahasa Indonesia menjadi keprihatinan berbagai kalangan. Salahuddin Wahid, pengasuh pesantren Tebuireng Jombang dalam artikelnya di Kompas hari ini (Kamis,28/10) menyoroti fenomena kontras tersebut. Di dalam negeri, kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia terus menurun, namun di luar negeri terjadi sebaliknya. 

Beberapa mahasiswa The University of New South Wales, Australia, ditemani dua dosen berkunjung ke Pesantren Tebuireng diantar oleh Prof Kacung Marijan dari FISIP Unair. Mereka belajar bahasa Indonesia dan ingin mengetahui lebih banyak Indonesia, negara dan rakyatnya. Dalam dialog dengan mahasiswa Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng, mereka menggunakan bahasa Indonesia. Kini, Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang banyak dipelajari warga Australia setelah bahasa Jepang dan Mandarin. 

Tampaknya di Indonesia nasib bahasa Indonesia tidak sebaik di Australia. Dalam Ujian Nasional 2010, di banyak daerah terutama DIY, banyak murid tidak lulus karena nilai bahasa Indonesia mereka amat buruk.

Prof Bambang Yulianto, Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Bahasa di Unesa, menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi pembelajaran bahasa Indonesia. Kurikulumnya berganti-ganti, tetapi tetap tidak menghasilkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik. Itu pun diperparah oleh kurangnya guru dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik.

Menengok restorasi Jepang pasca perang dunia kedua, kebanggan terhadap bahasa Jepang berperan besar bagi tonggak modernisasi di negara ini. Kemajuan Jepang bukan sekadar Restorasi Meiji 1868. Namun, kekuatan pada budaya dan kecintaan pada bahasa Jepang yang membuat restorasi berjalan mantap. Karena itu, kendati hancur setelah Perang Dunia II, perekonomian Jepang bangkit dalam sepuluh tahun. Bahkan setiap tahun terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen. Kebanggaan untuk menggunakan bahasa Jepang, menjadi kekuatan masyarakat Jepang menghadapi modernisasi.

Di Indonesia muncul fenomena rendahnya kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia, terutama di kalangan cendekiawan. Dalam pidato para pejabat, termasuk Presiden SBY, sering kali digunakan bahasa Inggris. Kita juga gemar mengambil alih kata bahasa Inggris dan menjadikannya kata dalam bahasa Indonesia. Mungkin karena malas atau karena gemar (sok berbahasa Inggris). Padahal, ada kata padanan untuk kata-kata yang diserap itu.

Tentu saja semua pihak termasuk masyarakat, pemerintah dan pers perlu memulai kampanye bangga berbahasa Indonesia dengan berbagai cara. Memang upaya itu sungguh tidak mudah. Dalam kenyataan, kemampuan rata-rata berbahasa Indonesia para siswa bahkan guru belum sebagaimana yang diharapkan. Padahal kemampuan itu amat dibutuhkan untuk bisa maju, baik sebagai pribadi maupun sebagai bangsa. Butir ketiga Sumpah Pemuda yang pernah kita anggap sebagai salah satu kebanggaan bangsa mulai meredup. Kita perlu tumbuhkan kembali kebanggaan itu.(IRIB/Kompas) 

Pengertian Sikap Kebanggaan Bahasa :
Kebanggaan Bahasa (Language Pride) yang mendorong orang mengembangkan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambang identitas dan kesatuan masyarakat.

Komisi III Dukung Gayus Jadi Hakim Agung


Komisi III Dukung Gayus Jadi Hakim Agung



Suasana uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung, Gayus T Lumbuun, memang berbeda dengan suasana fit and proper test untuk calon yang lain. Tak ada pertanyaan-pertanyaan mencecar dan mendesak jawaban yang dilontarkan anggota Komisi III seperti yang dilakukan kepada calon lain.


Bahkan, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Benny K Harman menjelang penutupan fit and proper test, Selasa tengah malam, mengungkapkan, Komisi III mendukung Gayus Lumbuun menjadi hakim agung dengan membawa dua misi, yaitu misi menegakkan hukum dan keadilan serta mengubah Mahkamah Agung.

Ketika pernyataan itu dikonfirmasikan kepada Benny apakah Komisi III dipastikan meloloskan Gayus, Benny mengungkapkan bahwa soal pilihan belum tentu demikian.

Dukungan-dukungan terhadap Gayus juga dilontarkan oleh beberapa anggota Komisi III, misalnya Ruhut Sitompul dan Martin Hutabarat dari Fraksi Gerindra, yang justru memberi nasihat jika Gayus sudah berada di MA.

Ruhut, misalnya, secara jelas mendukung Gayus menjadi hakim agung. Saya bangga melihat Pak Gayus. "Background dia adalah lawyer, kalau dia jadi hakim agung, dia lawyer pertama yang berhasil duduk di MA," kata Ruhut.

Sementara itu, Martin Hutabarat malah tidak mengajukan pertanyaan. Ia memuji Gayus ketika menjawab pertanyaan anggota Komisi III lainnya, Syarifuddin Suding. Saudara menunjukkan kelas saudara. Kami tidak salah pilih jika memilih Saudara jadi hakim agung, kata Martin Hutabarat.

Martin juga malah berpesan agar Gayus membuat putusan-putusan yang membuat bangga karena saat ini MA dinilainya kering akan putusan berkualitas. Ia juga meminta Gayus untuk memperhatikan lemahnya pengawasan terhadap ribuan hakim di MA.

Terkait tidak adanya pertanyaan yang mencecar Gayus, anggota Komisi III dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani, mengungkapkan, kalau jawabannya sudah jelas, kenapa lagi harus dicecar.

Pengertian Sikap Kesetiaan Bahasa :
Kesetiaan Bahasa (Language Loyalty) yang mendorong masyarakat suatu bahasa mempertahankan bahasanya dan apabila perlu mencegah adanya pengaruh bahasa lain.

Sumber :